REKENING DONASI MOSSDEF SYSTEM : BANK MU'AMALAT CABANG YOGYAKARTA NOMOR 0117546129 A/N NUGROHO AGUNG WIBOWO atau BANK BRI SYARIAH KCP JOGJA A DAHLAN A/N NUGROHO AGUNG WIBOWO NOREK. 1002252771.
  • Mossdef System adalah kependekan dari Moslem Self-Defence System atau juga bisa disebut dengan Moslem Street Fighting merupakan sebuah komunitas sistem pertahanan diri, pengembangan diri, pembinaan leadership dan pembinaan organisasi. [...]

  • Sebuah sistem pertahanan diri yang mudah di duplikasi, praktis, cepat, efektif dan fleksibel yang merupakan kombinasi dari teknik-teknik beladiri lainnya seperti Krav Maga, Haganah System, Systema SpatNaz, Soko Combat System, Tapak Suci, Jujutsu, Wing Chun, Sambo, Ninjitsu, Aikido, Tinju, Karate, Judo, kempo dan Thai boxing. Tetapi yang diutamakan dalam Mossdef System adalah kesederhanaan dalam menyerang namun membentuk sebuah pertarungan yang sangat efektif. [...]

  • Mossdef System merupakan sebuah sistem pertahanan diri yang diajarkan untuk kaum muslimin baik pria maupun wanita untuk menghadapi berbagai bentuk konfrontasi, aksi premanisme dan aksi tindak kejahatan di sekitar kita. [...]

  • Mossdef System memusatkan pada pelatihan-pelatihan teknik yang berlaku di kehidupan nyata, yaitu kehidupan yang penuh dengan konfrontasi, kekerasan premanisme dan tindak kejahatan, maka dari itu di dalam Mossdef System tidak ada komite dan aturan dalam menerapkan teknik-teknik Mossdef System di lapangan. [...]

Tampilkan postingan dengan label Sistem Pertahanan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Pertahanan Diri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2011

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 10.33 2 komentar

Bertarung Itu Berfikir


Jika anda bertarung tanpa menggunakan fikiran anda, maka anda akan kesulitan mencapai kemenangan dalam bertarung.

Ada dua syarat penting yang harus anda ketahui bagaimana dan apa yang harus diperbuat dengan fikiran itu, yaitu dapat membaca lawan dan mengenal timing.

1. Dapat Membaca Lawan.
Anggaplah lawan yang dihadapi sebagai persoalan yang harus kita pecahkan atau kita atasi. Setiap lawan membawa masalah sendiri-sendiri.

Pertama yang harus kita ketahui adalah bentuk pertarungan yang dianutnya, untuk ini diadakan tindakan-tindakan penjajakan. Misalnya seranglah terlebih dahulu lawan kita itu dengan desakan dan terombolan, apakah dia tetap bertahan atau lari menghindar. Beberapa saat nanti kita akan mengetahui bentuk pertarungan yang dianutnya atau ciri khas beladiri yang dianutnya dan otomatis kita mengetahui pula akan kelemahan-kelemahannya atau ketangguhannya.

Pukulan atau serangan apa yang sering dilakukannya dan pukulan apa yang pernah menyentuh tubuh anda. Sebab menurut kebiasaan lawan akan tetap terbawa terus pukulan atau serangan yang berulang kali menyentuh tubuh kita dan itu merupakan keahliannya atau kegemarannya.

Dengan demikian anda akan mempersiapkan atau melindungi bagian tubuh yang terkena pukulan atau serangan lawan itu sebab lawan biasanya akan mengulang hal itu lagi.

Begitupun sebaliknya anda dapat mengulang pukulan atau serangan yang berhasil mengenai lawan. Sebab disitulah berarti kelemahan lawan. Tentunya dengan segala tipuan yang ada dan situasi yang senantiasa anda ikuti.

Kitapun mencoba memberikan masalah kepada lawan mungkin bisa dengan teknik tipuan tersebut apakah lawan kita bisa menjawab masalah yang kita berikan pada lawan kita tersebut. Berilah dengan serangan sederhana, jika bisa dijawab berilah dengan tingkat yang sedang dan jika masih juga terjawab barulah kita beri yang sulit. Jika yang tersulit masih juga bisa dijawab maka anda jangan putus asa, jagalah jangan sampai pukulan atau serangan lawan mengenai kita. Pancinglah lawan agar mengumbar tenaganya sambil menunggu kelengahannya. Disaat kosong bolehlah anda mengisi kelemahan-kelemahan lawan tadi. Itulah sebabnya kegunaan kita memiliki kekayaan teknik yang teramat sangat membantu kita.

2. Mengenal Timing.
Segala tindakan yang tepat pada waktu dan situasinya adalah mengenal timing. Seorang ahli beladiri dalam memukul atau menendang tidak sewenang-wenang dapat melemparkan lawannya tanpa mengetahui kapan pukulan atau tendangan itu dimasukkan. Begitu pula dengan tangkapan atau bantingan. Tidak semua pukulan dapat ditangkapnya. Anda harus dapat mengetahui kapan anda dapat menangkap atau membantingnya. Pukulan yang lambat boleh anda tangkap. Atau pada posisi tertentu sekalipun pukulan itu cepat anda boleh menangkapnya. Tentunya dengan pengalaman dan latihan yang sering maka anda akan dapat mengetahui Timing yang sebaik-baiknya. 

Kita akan menghujani pukulan dan serangan jika lawan sedang pasif dan lengah. Dan kita akan bersifat tidak drastis jika nafas kita masih kepayahan, lebih baik kita menangkis atau menghindar sambil mengambil tenaga dengan gerak fariasi.

Tindakan yang tidak didukung oleh jalannya fikiran merupakan pertarungan yang ngawur. Dan sulit kita untuk mengetahui lawan dan memperoleh kemenangan dalam pertarungan.

Jumat, 07 Januari 2011

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 14.28 0 komentar

Mengenal Gaya Bertarung Seseorang


Kalau kita memperhatikan beberapa peristiwa pertarungan baik dalam komite maupun dalam pertarungan jalanan yang manapun juga terkecuali yang sangat khusus seperti Judo, Gulat, Jujutsu atau sumo. Gaya bertarung seseorang biasanya dipengaruhi paling besar oleh watak atau kepribadian seseorang.

Bentuk-bentuk gaya bertarung tersebut adalah seperti gaya menghindar, gaya menyerang, gaya bertahan atau rapat, gaya berjarak dan beberapa bentuk gaya campuran.

Sebenarnya yang paling ideal adalah bentuk gaya campuran atau semua gaya bertarung bisa. Sebab gaya campuran ini dapat menggunakan segala macam teknik bertarung yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi lawan yang dihadapinya. Segala bentuk gaya bertarung diatas lahir rata-rata dari kepribadian seseorang yang kemudian dikembangkan dalam bentuk gaya bertarung seseorang.

Mengetahui berbagai bentuk gaya dalam bertarung sangatlah penting dikuasai oleh seseorang yang ingin ahli dalam menguasai sistem pertahanan diri untuk mengetahui siapa lawan yang akan kita hadapi. Karena setiap lawan yang kita hadapi mempunyai sifat kepribadian dan masalah sendiri-sendiri. Tanpa mengetahui bentuk gaya bertarung seseorang tentunya kita akan mengalami kesulitan dalam mencari penyelesaian dalam bertarung.

Setelah mengetahui bentuk gaya bertarung seseorang, maka otomatis kita akan mengetahui pula akan kelemahan dan keunggulannya. Serangan bentuk apa yang sering dilancarkan oleh lawan kita yang mengenai tubuh kita, perlu juga kita ketahui. Sebab kebiasaan lawan akan terus terbawa dan itu merupakan kebiasaannya atau keahliannya atau kegemarannya.

Dengan demikian kita akan mempersiapkan atau melindungi bagian tubuh kita yang terkena serangan lawan tersebut dengan kemampuan teknik bertarung yang kita miliki, sebab kebiasaan lawan akan mengulang serangan itu lagi. Begitu pula sebaliknya kita dapat mengulang serangan kita yang berhasil mengenai tubuh lawan. Sebab berarti disitulah kelemahan lawan dan tentunya dilakukan dengan segala teknik bertarung yang kita miliki, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi dalam pertarungan.

Kitapun boleh mencoba memberikan masalah kepada lawan kita dengan memberi serangan-serangan yang ringan dan kita lihat bagaimana jawabannya. Jika bisa di jawab oleh lawan maka berikanlah serangan yang tingkat menengah, dan apabila masih bisa dijawab oleh lawan maka berikanlah serangan yang lebih sulit. Jika serang yang sulit masih bisa dijawab maka kita jangan putus asa, jagalah jangan sampai serangan lawan mengenai kita. Pancinglah lawan untuk mengumbar tenaganya sambil menunggu lawan kita lengah. Disaat kosong kita boleh menyerang kelemahan-kelemahan lawan. Itulah sebabnya betapa pentingnya jika kita memiliki segudang teknik dalam bertarung.

Seorang yang ahli dalam bertarung tidak sembarangan dalam menyerang lawannya sebelum dia tahu kapan serangan harus dilakukan. Kita harus tahu kapan kita akan menyerang. Di saat ada kesempatan serangan kita bisa masuk maka kita harus menyerang. Dengan pengalaman dan latihan yang sering dan serius kita akan dapat mengetahui waktu yang sebaik-baiknya untuk melancarkan serangan.

Kita akan menghujani serangan jika lawan kita sedang pasif dan lengah. Dan kita akan pasif jika nafas kita masih kepayahan, lebih baik kita menangkis atau menghindar sambil mengumpulkan tenaga dengan gerakan-gerakan variasi. Dengan kita mengetahui gaya dan cara bertarung seseorang maka kita akan mengetahui siapa lawan kita dan kelemahannya, sehingga kita mudah untuk menumbangkan lawan kita.

Wallahu a'lamu bish-shawwaab.

Sabtu, 04 Juli 2009

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 06.23 0 komentar

Bentuk Pertarungan Berjarak atau Serang Menyerang (Gaya Berjarak)


Aliran yang menganggap bahwa pertarungan itu sebenarnya terjadi dari adegan serang menyerang atau senjata yang paling ampuh untuk mengatasi pertarungan adalah serangan. Filsafatnya adalah hanyalah serangan yang paling ampuh daripada tangkapan ataupun bantingan. Sehingga dengan demikian aliran ini mengkhususkan memperdalam macam-macam serangan dan kaya akan pukulan dan tendangan.

Seorang beladiri dengan gaya ini selalu berada pada medan sejarak serangannya. Maju ataupun mundur tetap berusaha berada pada jarak serangnya. Tidak mau didekati demi lancarnya jalannya serang menyerang. pandai menggunakan berjenis-jenis pukulan tangannya atau kakinya.

Sikap demikian menyebabkan gaya ini juga bersifat agresif seperti golongan menyerang. Dia akan menentukan kemenangannya dengan serangan-serangan. Senang melatih serangan dengan menghancurkan benda-benda keras. Dengan demikian serangannya cukup berbahaya. Dan aliran ini tampak gagah dan suka menyerang.

Beladiri ini berasal dari beladiri kaki yang tumbuh setelah ilmu beladiri tangan. Mengagungkan tenaga. Yang amat dia senangi adalah tenaga dorong, tegangan dan tahanan-tahanan otot yang dibawanya secara mantap dan kuat.

Karena kaki tidak efisien dalam tangkap menangkap maka beladiri jenis ini kurang senang menangkap dan berkelahi jarak dekat. Jika serangannya selalu dapat dimatikan oleh gaya merapat, maka golongan gaya berjarak ini akan kehilangan andalan-andalannya.

Ciri-ciri Style Berjarak adalah :
1.Berwatak agresif.
2.Ahli dalam teknik serang menyerang.
3.Kuda-kudanya berat dan ringan.
4.Selalu berada pada medan sejarak serangannya.
5.Kurang senang dirapati lawannya.
6.Senang dengan tenaga kekuatan fisik.
7.Semua serangan bernada keras.
8.Tenaga yang dipakai adalah tenaga dorong, tahanan-tahanan, tegangan dan yang bersifat kekuatan lahir sekalipun sama sekali tidak berarti memakai pelemasan dan pelenturan atau tenaga ayun dan lempar.
9.Kurang senang dengan teknik tangkap menangkap.
10. Jika dirapati lawan akan mundur sejarak serangannya. Tetapi tidak selalu demikian. Pada sewaktu-waktu golongan ini akan mempertahankan posisi ditempat.

Kamis, 02 Juli 2009

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 23.21 0 komentar

Bentuk Bertarung Gaya Bertahan atau Bentuk Rapat (Gaya Bertahan atau Rapat)


Kebalikan dari bertarung gaya menghindar adalah gaya merapat karena mempunyai sifat-sifat yang berani sehingga akan melahirkan sifat tenang dan awas serta kurang dinamis dan kurang lincah. Memiliki kuda-kuda yang lebar, kuat serta siku.

Senang menunggu serangan dan tidak suka memulai serangan terlebih dahulu kecuali situasi yang memungkinkan. Kegemarannya mematikan serangan dengan menahan, menangkis dan menangkap. Sehingga ahli dalam soal tangkap-menangkap. Beladiri ini berasal dari beladiri tangan yaitu beladiri yang tertua di dunia.

Ia akan hidup jika diberi serangan-serangan karena sifatnya menunggu dan hidup dari serangan balasan.

Kuda-kuda yang berat tertangkap dimaksudkan untuk memperkuat gaya pertahanannya dari dorongan dan serangan lawan. Paling suka memasuki serangan dengan keahliannya terhadap menangkap dan menangkis serangan lawannya.

Gaya bertarung jenis ini paling awas dan tenang. Suka mencari kelemahan lawan diwaktu lawan sedang mengadakan serangan-serangan. Bagian-bagian lawan yang terbuka sewaktu lawan melancarkan serangan menjadi pusat perhatiannya.

Karena senang menangkap sehingga jarang digunakan kecuali dia sedang mengendalikan lawannya. Dia akan menentukan kemenangannya dengan teknik tangkapan dan teknik bantingan. Suka mencari kelengahan lawan diwaktu lawan sedang menyerang. Dia paling suka memasuki pukulan sehingga lawan sering akan kehilangan jarak serangnya. Jika gaya bertarung jenis ini bertemu dengan gaya bertarung jenis menyerang sering kita melihat adegan saling rapat dan bergelut dengan dorong mendorong.

Jika gaya bertarung jenis ini selalu berhasil memblokir medan lawan maka ia akan segera menentukan kemenangannya.

Ciri-ciri Bertarung Gaya Bertahan atau Rapat adalah :
1.Tidak agresif atau bersifat menunggu serangan.
2.Kurang lincah tetapi awas dan tenang.
3.Kuda-kudanya lebar tapi kuat dan siku.
4.Pandai membalas serangan dan ahli dalam mencari kelemahan lawan di waktu lawan sedang mengadakan serangan.
5.Ahli dalam soal tangkap menangkap, tangkisan dan bantingan.
6.Serangannya mematikan dan pandai bertarung dalam jarak dekat.
7.Berani memasuki serangan dan berani mengambil resiko.
8.Tenaga serangnya dan tangkapannya amat berbahaya serta serangannya pendek berat.
9.Tenaga yang dipakai adalah tenaga dorong dan lemas tapi kuat atau ulet.
10.Hidup dalam pertahanan dan pembalasan.
11.Pedomannya selangkah musuh mati.

Rabu, 24 Juni 2009

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 08.39 0 komentar

Bentuk Bertarung Gaya Menyerang (Style Menyerang)


Gaya Menyerang ini sebenarnya berasal dari gaya menghindar dan merupakan sebuah pelarian daripada sikap berhati-hati atau kekhawatiran yang tinggi. Sikap superior inilah yang menyebabkan aliran ini menjadi agresif dan selalu mendahului menyerang dan mengejar-ngejar lawannya karena takut kehilangan jarak serang ia kepada lawan dan biasanya merusakkan persiapan serangan lawan serta menumbangkan keseimbangan tubuh lawan dengan kebiasaannya selalu mendorong lawan atau menerobos lawan.
Ia selalu berusaha mendesak lawannya dengan maksud mempersulit jalannya serangan lawan terhadap dia dan dia senang dengan serangan-serangan perusak.

Serangannya cukup berbahaya karena termasuk serangan jarak pendek dan berat, tetapi dia juga pandai menggunakan serangan-serangan yang berjarak. Kebiasaan dia mendesak lawan menyebabkan dia menggemari serangan-serangan tangan. Tetapi karena dia bersikap agresif maka dia suka pula menggunakan serangan kaki apabila desakannya tidak mendapatkan peluang dengan baik.

Tenaga yang dipakai adalah tenaga dorong yang disalurkan pada kuda-kuda berat yang dinamis dan tubuh bagian atas. Jika yang didorong terdesak mundur lurus ke belakang maka tak ayal lagi style ini akan segera menentukan kemenangannya. Dalam keadaan mundur lurus tanpa mengadakan kegiatan yang menyongsong atau stoping kaki lawan yang menghadapinya tentu kesulitan untuk melancarkan serangan balasan.

Ciri-ciri gaya menyerang adalah :
1.Suka mendahului serangan lawan.
2.Suka menerombol, menerobos, mendesak dan mengejar-ngejar lawan.
3.Serangan tangannya mengandung tenaga dorong yang kuat.
4.Kurang menggunakan kakinya sebagai serangan.
5.Menggemari serangan jarak pendek dan berat.
6.Kuda-kudanya berat dinamis atau kuda-kuda condong ke depan dengan tenaga untuk mendorong.
7.Tempramentnya sadis dan agresif.
8.Takut kehilangan jarak serang.
9.Berani mengambil resiko adu tenaga.

Jumat, 19 Juni 2009

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 07.14 0 komentar

Bentuk Bertarungan Gaya Hindar (Style Hindar)


Seseorang yang bertarung dengan penuh hati-hati biasanya akan melahirkan bentuk hindar. Yaitu bentuk menghindarkan diri dari sebuah serangan lawan baik tidak ditangkis maupun ditangkap. Dengan begitu kuda-kudanya ringan untuk dapat bergerak lincah dan biasanya pandai menguasai medan.

Jadi kuda-kuda sempit dimaksudkan supaya dapat bergerak dengan lincah. Tentunya bentuk atau aliran ini pada waktu sekarang sulit dicari keasliannya karena adanya saling mempengaruhi dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Tapi ciri khasnya masih memberikan tekanan tertentu.
Serangannya cepat dan sendal pancing karena takut akan ditangkap lawannya dan perkelahiannya biasanya dengan jarak yang dekat. Berusaha menjauhkan diri dan pandai menguasai medan pertarungan.

Tenaga yang dipakai biasanya adalah tenaga lemas lentur dan soal kecepatan serangan sudah menjadi kebiasaannya sekalipun masih dalam tingkatan dasar. Cukup ahli menggunakan pertarungan berjarak jauh dan tidak memperdalam atau tidak senang menahan ataupun menangkap serangan sebab akan dianggap mengganggu akan kelancaran keluarnya serangan-serangan dia.
Tipuan serangan, tipuan medan menjadi kesenangannya dan paling ideal dengan anatomi tubuh yang lemas, cepat dan gesit serta tidak tinggal diam seperti style rapat atau pertahanan.
Menyerang disertai dengan menghindar akan menentukan kemenangannya dan akan memperbanyak point-point serangan.

Tetapi pada suatu saat ia juga memakai kuda-kuda kuat dan merapati lawannya juga sesuai dengan situasi dan kondisi yang mengizinkannya.
Apabila lawan tak berhasil merapati pertahanannya atau tidak sanggup menahan serangan-serangannya yang bernada gencar dan cepat maka style ini akan segera menentukan kemenangannya.

Ciri – ciri Style Hindar adalah:
1. Tempramentnya gesit dan lincah.
2. Kuda-kudanya ringan dan sempit.
3. Menggemari gerakan-gerakan cepat.
4. Pandai menggunakan medan.
5. Licik, lihai serta ahli dengan teknik tipuan.
6. Tidak memperdalam soal tangkap menangkap.
7. Selalu berusaha menjauhkan diri dari bentuk rapat.
8. Serangannya cepat seperti sendal pancing.
9. Jarang memakai kuda-kuda lebar dan kuat.
10. Tenaga yang dipakai adalah tenaga lemas lentur, tenaga ayun dan tenaga lempar.
11. Pandai menguasai medan pertarungan.


Wallahu a'lamu bish-shawwaab.

Selasa, 16 Juni 2009

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 06.39 0 komentar

Pentingnya Sebuah Sistem Pertahanan Diri


Ku mencoba mengingat masa-masa kecilku dulu, masa penuh kenangan bersama kedua orang tuaku dan adik-adikku. Aku adalah anak pertama dari enam bersaudara. Sebagai anak pertama tentunya saja sebagai pengganti ayahku yang kini telah tiada sejak 3 tahun lalu dengan Allah takdirkan kanker pankreas sebagai sebab kematian ayahku.

Samar-samar kumasih ingat 21 tahun lalu ketika itu aku masih kelas 5 SD. Dengan kondisi ekonomi yang dibawah standar kedua orang tuaku dengan penuh kesabaran dan ketabahan mendidik kami. Kumasih ingat setiap sore hari aku selalu diajari bermain tenis meja oleh ibuku dengan papan buatan ayahku yang cuma terbuat dari papan bekas dinding kamar.

Suatu hari, ibuku terkena masalah dengan istri tetangga depan rumahku. Aku masih ingat sewaktu ibuku dikejar-kejar suami tetanggaku yang membela istrinya sambil membawa sepotong kayu untuk dipukulkan ke kepala ibuku. Alhamdulillah ada tetangga lain yang menolong ibuku dan kemudian ibuku diungsikan ke tempat nenekku di kota sampai beberapa hari.

Saat kejadian aku hanya bisa diam dan tidak bisa berbuat banyak, aku yang masih kecil dengan tubuhku yang kurus ceking hanya bisa menyaksikan ibuku lari ketakutan, hatiku sedih bercampur dendam menjadi satu. Saat itu aku baru sadar bahwa ternyata olahraga tenis meja yang setiap sore aku lakukan tidak bisa menolong banyak ibuku dari ancaman pukulan kayu suami tetanggaku.

Setelah kejadian itu, aku minta ijin kepada ayahku untuk aku berlatih beladiri yang aku niatkan saat itu untuk membela keluargaku terutama kedua orangtuaku dari ancaman orang lain. Ternyata ayahku tidak mengijinkan aku untuk berlatih beladiri dengan alasan aku masih kecil dan takut menjadi anak yang bandel. Karena tidak di ijinkan berlatih beladiri oleh ayahku, diam-diam aku mulai membeli buku-buku kecil tentang beladiri yang aku beli di pasar dekat kota tempat nenekku. Aku mulai berlatih secara sembunyi-sembunyi dengan buku-buku beladiri yang aku beli tadi secara sendiri tanpa ada yang membimbing. Dan kondisi seperti ini terus berlangsung hingga aku duduk di SMA.

Sewaktu aku sudah duduk di bangku SMA, saat itu setiap hari Senin dan Kamis sore ada pelatihan beladiri di halaman sekolahku. Dan kesempatan itu tidak aku sia-siakan dan aku pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk berlatih beladiri lebih serius. Saat itu yang kutahu, aku belajar beladiri hanya untuk membela kedua orangtuaku apabila mereka dalam ancaman orang lain.

Alhamdulillah, sekarang yang diusiaku ke 31 tahun ini aku baru merasakan manfaat setelah sekian lama belajar beladiri. Kini setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala beri aku anugerah sebuah sistem pertahanan diri, aku bagi-bagikan sistem pertahanan diri tersebut kepada kaum muslimin yang lainnya.

Dari sepenggal kisah lama tersebut, ada satu pengalaman hidup yang penting yang bisa kita ambil bahwa "SEBUAH KEDHOLIMAN DI DEPAN MATA PADA KENYATAANNYA TIDAK BISA KITA HENTIKAN DENGAN KEAHLIAN LAIN SEPERTI TENIS MEJA, SEPAK BOLA ATAU VOLLY. DAN YANG BISA HANYA DENGAN MEMBEKALI DIRI KITA DENGAN SEBUAH SISTEM PERTAHANAN DIRI". Dan yang dimaksud aku pada cerita diatas adalah namanya Agung Mossdef. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua, Amiin !!!

Wallahu a'lamu bish-shawwaab.

Minggu, 14 Juni 2009

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 13.18 0 komentar

Mengapa Harus Street Fighting ?


Kita hidup di dunia ini dalam bermasyarakat dan di dalam masyarakat kita dapati ada orang yang baik sama kita dan ada juga orang yang berlaku jahat sama kita. Kita hidup di dalam dunia nyata ini yaitu dunia yang penuh dengan resiko bukan dunia fantasi, bukan dunia film dan juga bukan dunia komite atau pertandingan. Setelah sekian lama kita hidup di dunia komite atau pertandingan seringkali ruang gerak kita di batasi oleh peraturan-peraturan seperti tidak boleh memukul kepala bagian belakang, menendang kemaluan atau menusuk mata maupun leher dan kita juga dilarang menyerang bagian tubuh yang vital lainnya. Terkadang keadaan seperti ini berlangsung hingga bertahun-tahun, sehingga akan membentuk suatu kebiasaan dalam bertarung. Dan kebiasaan bertarung seperti itulah yang nantinya akan terbawa dalam menghadapi konfrontasi dan menghadapi tindak kejahatan di dunia kenyataan.

Setelah kita mengenal dunia konfrontasi di masyarakat, banyak sekali teknik-teknik yang kita pelajari kurang begitu efektif dilakukan. Banyak sekali di sana kita dapati berbagai pertarungan tanpa aturan sehingga menimbulkan potensi cidera dan kematian yang tinggi, misalnya kita dapati begitu disekitar kita ada kursi lawan memakai kursi untuk menyerang kita, begitu di sekitar kita ada batu atau pasir lawan memakai batu atau pasir untuk melawan kita, atau disaat kita sedang sibuk menyelesaikan satu lawan yang kita hadapi tanpa kita sadari teman-teman lawan kita menyerang dari arah belakang atau arah yang lainnya. Terkadang situasi dan kondisi seperti inilah yang membuat kita frustasi, hilang konsentrasi dan akhirnya kita tumbang di buatnya.

Mossdef System ingin merubah paradigma masyarakat luas dari dunia fantasi atau film menjadi dunia nyata, dari dunia komite atau pertandingan menjadi dunia konfrontasi nyata dan dari dunia penuh aturan menjadi dunia penuh tanpa aturan dalam pertarungan. Karena dalam dunia konfrontasi nyata cuma ada tiga pilihan yaitu selamat atau cidera atau mati. Sedangkan di dalam dunia komite atau pertandingan cuma ada dua pilihan yaitu kalah dan menang.


Di dalam Mossdef System di ajarkan bukan proses atau rangkaian teknik yang dilihat tetapi menitik beratkan pada hasil tindakan yaitu hasil yang maksimal yang diterima oleh lawan sehingga perlawanan cepat berhenti. Untuk itu di dalam salah satu prinsip teknik Mossdef System yaitu tidak ada aturan dalam bertarung, maksudnya begitu ada kesempatan masuk pada sasaran yang vital atau mematikan maka janganlah kita membuang kesempatan tersebut untuk melepaskan serangan ke daerah yang vital atau mematikan tersebut. Menumbangkan lawan tanpa berkutik lagi dalam waktu yang relatif singkat itu lebih baik daripada melawan musuh yang jatuh kemudian bangun lagi menyerang kita, begitu seterusnya. Sehingga menyebabkan terkurasnya tenaga kita untuk melawan yang lainnya.

Di dalam berkonfrontasi dengan orang lain di dunia kenyataan potensi kita untuk cidera atau terbunuh sangatlah besar. Oleh karena itu di dalam Mossdef System menanamkan prinsip bertarung yaitu daripada kita terluka lebih baik kita melukai dahulu atau daripada kita terbunuh lebih baik kita membunuh dahulu. Dengan prinsip bertarung ini Mossdef System di bentuk dalam rangka melawan dari berbagai ancaman serangan fisik para premanisme atau para pelaku tindak kejahatan lainnya. Sehingga terbentuklah dalam diri kita jiwa petarung konfrontasi di dalam dunia kenyataan dan bukan jiwa petarung dalam dunia fantasi, film ataupun komite.

Saat ini Mossdef System menitik beratkan pada pelatihan-pelatihan dalam seputar street fighting, sebuah teknik yang tanpa aturan dan mematikan dalam bertarung sehingga menimbulkan efek jera bagi para pelaku premanisme dan para pelaku tindak kejahatan yang lainnya.

Wallaahu a'lamu bish-shawwab.