REKENING DONASI MOSSDEF SYSTEM : BANK MU'AMALAT CABANG YOGYAKARTA NOMOR 0117546129 A/N NUGROHO AGUNG WIBOWO atau BANK BRI SYARIAH KCP JOGJA A DAHLAN A/N NUGROHO AGUNG WIBOWO NOREK. 1002252771.
  • Mossdef System adalah kependekan dari Moslem Self-Defence System atau juga bisa disebut dengan Moslem Street Fighting merupakan sebuah komunitas sistem pertahanan diri, pengembangan diri, pembinaan leadership dan pembinaan organisasi. [...]

  • Sebuah sistem pertahanan diri yang mudah di duplikasi, praktis, cepat, efektif dan fleksibel yang merupakan kombinasi dari teknik-teknik beladiri lainnya seperti Krav Maga, Haganah System, Systema SpatNaz, Soko Combat System, Tapak Suci, Jujutsu, Wing Chun, Sambo, Ninjitsu, Aikido, Tinju, Karate, Judo, kempo dan Thai boxing. Tetapi yang diutamakan dalam Mossdef System adalah kesederhanaan dalam menyerang namun membentuk sebuah pertarungan yang sangat efektif. [...]

  • Mossdef System merupakan sebuah sistem pertahanan diri yang diajarkan untuk kaum muslimin baik pria maupun wanita untuk menghadapi berbagai bentuk konfrontasi, aksi premanisme dan aksi tindak kejahatan di sekitar kita. [...]

  • Mossdef System memusatkan pada pelatihan-pelatihan teknik yang berlaku di kehidupan nyata, yaitu kehidupan yang penuh dengan konfrontasi, kekerasan premanisme dan tindak kejahatan, maka dari itu di dalam Mossdef System tidak ada komite dan aturan dalam menerapkan teknik-teknik Mossdef System di lapangan. [...]

Tampilkan postingan dengan label Mossdef System. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mossdef System. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2011

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 10.28 0 komentar

Teknik-Teknik Dasar Mossdef System


1 Cara Berdiri.
Cara berdiri merupakan pondasi pokok dari sebuah sistem pertahanan diri. Kegunaan dari cara berdiri yang benar dalam Mossdef System adalah untuk memperkuat posisi badan dalam melaksanakan pertarungan seperti menyerang, menangkis, menangkap dan lain-lain. Cara berdiri yang benar dalam Mossdef System akan memberikan keseimbangan tertentu sesuai dengan tujuannya, disamping memberikan dukungan kekuatan atas serangan atau cara menghadapi serangan lawan.

2. Cara Menyerang.
Di dalam Mossdef System, cara menyerang yang mematikan adalah mutlak dipelajari oleh semua anggota. Di dalam cara menyerang ini, semua anggota Mossdef System akan diberi pelajaran dasar-dasar penggunaan senjata tubuh seperti dahi, pukulan tinju, penggunaan jari-jari tangan, telapak tangan, pisau tangan, siku, lutut dan kaki sebagai senjata tubuh yang mematikan. Dan juga anggota Mossdef System akan diajarkan bagaimana cara menyerang balik yang efektif.

3. Gerakan dan bayangan tinju.
Dalam membuat gerakan dan bayangan tinju, Mossdef System memiliki prinsip gerakan dan bayangan tinju yang harus cepat, tepat dan kuat, sehingga menghasilkan efek yang maksimal terhadap pihak lawan. Cepat dalam bergerak sehingga serangan sulit untuk ditanggulangi, kuat dalam serangan sehingga memberikan kekuatan ledak yang sangat maksimal pada hasil serangan, dan tepat pada sasaran yang mematikan sehingga benar-benar melumpuhkan bahkan mematikan bagi lawan.

4. Cara Jatuh.
Cara jatuh yang benar dalam Mossdef System merupakan salah satu dari teknik-teknik yang vital bagi anggota Mossdef System terutama ketika sedang menghadapi konfrontasi. Di dalam kurikulum Mossdef System akan memberikan materi cara jatuh yang benar yang sering terjadi saat konfrontasi sedang berlangsung, seperti teknik jatuhan belakang, jatuhan samping, jatuhan depan, berguling maju ke depan (posisi tinggi, rendah dan samping), berguling mundur, serta berguling dengan tugas yaitu kombinasi antara teknik jatuhan dengan teknik berguling.

5. Menyerang dengan kedua tangan dan kaki.
Cara menyerang dengan kedua tangan dan kaki merupakan salah satu dari senjata ampuh yang mematikan sebagai bekal dan pertahanan terbaik untuk semua anggota Mossdef System dalam menghadapi ancaman dan serangan pihak lawan. Fokus sasarannya adalah bagian pinggang ke atas dengan teknik pukulan yang mematikan sedangkan tendangan kaki yang melumpuhkan dengan kilat hanya mengarah ke target sasaran dari pinggang ke bawah. Dalam Mossdef System pelajaran teknik menyerang dengan kedua tangan dan kaki difokuskan pada teknik kombinasi serangan kedua tangan dan kaki sehingga menghasilkan teknik serangan yang sangat praktis, efektif dan mematikan.

6. Pengamanan terhadap pukulan.
Di dalam konfrontasi di jalanan sering kita lihat aksi saling pukul memukul satu dengan yang lainnya, baik dalam konfrontasi berskala kecil maupun berskala besar. Di dalam Mossdef System memberikan pelajaran teknik pengamanan terhadap pukulan yang sering terjadi dalam konfrontasi di jalanan, seperti pukulan swing, pukulan tinju depan dan pukulan uppercut. Dalam MOssdef System mengajarkan cara menanggulangi pukulan dari berbagai arah dan situasi seperti dari arah depan, samping dan belakang. Dan juga dari posisi berdiri, duduk dikursi, duduk di lantai, dan posisi terlentang, baik dalam konfrontasi kecil maupun konfrontasi besar.

7. Pengamanan terhadap tendangan.
Bukan hanya pukulan yang sering terjadi dalam konfrontasi di jalanan tapi juga aksi saling tendang menendang juga sering kita lihat di dalam sebuah peristiwa konfrontasi di jalanan, walau aksi saling tendang menendang tersebut tidak sebaik dan sekuat orang yang belajar beladiri tetapi kalau dilakukan oleh terlalu banyak penyerang, tendangan yang sepele tersebut akan menjadi sangat berbahaya bagi orang yang terkena tendangan massal tersebut. Di dalam MOssdef System, para anggota akan diberi bekal cara menanggulangi tendangan massal yang praktis, efektif dan dengan hasil yang sangat maksimal, seperti menanggulangi tendangan depan, samping, tendangan yang mengarah ke kemaluan dan sabetan tendangan ke pinggang dari depan, samping dan belakang. Dan juga menaggulangi tendangan saat kita berdiri, duduk di kursi, duduk di lantai dan juga saat kita terlentang.

8. Pengamanan terhadap cekikan.
Di dalam peristiwa konfrontasi di jalanan dan peristiwa aksi premanisme, cekikan sering kita lihat. Di dalam Mossdef System, para anggota akan di beri bekal cara menanggulangi cekikan dengan cara yang praktis, efektif dan menghasilkan efek yang sangat maksimal. Di kurikulum Mossdef System, para anggota akan dilatih untuk menaggulangi ancaman cekikan dari depan, samping, belakang, pada saat berdiri, duduk di kursi, duduk di lantai dan pada saat terlentang dilantai.

9. Pengamanan terhadap rangkulan dan pelukan.
Ancaman rangkulan dan pelukan, dalam konfrontasi di jalanan yang dilakukan oleh banyak penyerang sering terjadi, maka dari itu Mossdef System membekali para anggotanya teknik praktis dan efektif cara menanggulangi rangkulan dan pelukan baik dari depan, samping dan belakang. Maupun dari posisi berdiri, duduk dikursi, duduk dilantai maupun terlentang dilantai.

10. Pengamanan terhadap pegangan.
Pegangan adalah satu hal yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi kalau aksi pegangan yang terjadi dalam konfrontasi atau aksi premanisme ataupun aksi kriminal menjadi sangat berbahaya untuk keselamatan seseorang. Untuk menghadapi hal itu, maka Mossdef System membekali para anggotanya teknik-teknik menanggulangi pegangan yang praktis dan efektif sehingga mudah dilakukan oleh siapa saja, baik ancaman pegangan dari depan, samping dan belakang. Bahkan para anggota juga diberi bekal untuk menanggulangi pegangan saat berdiri, duduk di kursi, duduk dilantai dan terlentang di lantai.

11. Membebaskan diri dari pegangan, rangkulan dan pelukan saat terlentang dilantai.
Dalam pergulatan maupun dalam pergumulan ketika ancaman tersebut diatas sering kita lihat. Untuk menghadapi kemungkinan itu terjadi menimpa para anggota Mossdef System. Maka Mossdef System membekali para anggotanya teknik-teknik yang sangat praktis dan efektif dalam menanggulangi ketiga ancaman tersebut diatas dalam berbagai situasi dan kondisi.

12. Memanfaatkan teknik kuncian dan teknik patahan.
Mossdef System juga mengajarkan kepada para anggotanya bagaimana cara menggunakan atau memanfaatkan teknik kuncian dan teknik patahan yang sudah ada kepada para anggotanya. Seperti teknik kuncian leher, tangan, pinggang dan kaki. Dan juga Mossdef System mengajarkan para anggotanya penggunaan teknik patahan dalam pertarungan di jalanan, seperti teknik patahan tulang leher, tulang belikat, bahu, siku, pergelangan tangan, jari-jemari, tulang rusuk, tulang pinggul, tulang pinggang, tulang selangka, lutut dan pergelangan kaki.  

13. Pengamanan terhadap serangan yang melibatkan tongkat pendek.
Dalam konfrontasi, serangan tongkat pendek sering terjadi. Untuk menanggulangi aksi tersebut, maka Mossdef System membekali para anggotanya teknik praktis dan efektif dalam menanggulangi serangan tongkat pendek dari berbagai arah. Bahkan teknik ini bisa digunakan dalam menghadapi serangan yang serupa selain tongkat pendek seperti ancaman serangan kursi. Di dalam teknik ini, juga para anggota juga akan diajarkan teknik pertarungan praktis menghadapi penyerang yang memakai senjata dengan menggunakan tongkat pendek yang kita dapat dari menggunakan teknik merebut tongkat pendek dari tangan lawan.

14. Pengamanan terhadap ancaman dan serangan yang melibatkan senjata bermata seperti pisau.
Di dalam masyarakat disekitar kita, sering kita jumpai atau kita mendengar dari berbagai media massa tentang berbagai jenis peristiwa penodongan dengan menggunakan senjata tajam dan peristiwa pembunuhan, penganiayaan dan pengeroyokan yang pelakunya sering melibatkan senjata bermata seperti pisau. Untuk memberikan rasa aman kepada para anggotanya di jalanan, Mossdef System memberikan bekal para anggotanya dengan berbagai jenis teknik praktis dan efektif untuk menanggulangi berbagai jenis ancaman todongan, tusukan dan sabetan yang melibatkan senjata bermata. Selain itu, para anggota Mossdef System diberi bekal teknik pertarungan praktis untuk menghadapi lawan bersenjata dengan menggunakan senjata bermata yang merupakan hasil dari melaksanakan teknik merebut senjata bermata dari pihak lawan.

15. Pengamanan terhadap ancaman yang melibatkan senjata api.
Saat ini sering terjadi aksi perampokan di masyarakat sekitar kita dengan para pelakunya menggunakan senjata api seperti pistol dan laras panjang. Untuk membekali para anggotanya, Mossdef System memberi pelajaran berbagai teknik-teknik praktis dan efektif untuk menanggulangi todongan senjata api baik pistol maupun laras panjang dari berbagai arah dan posisi serta situasi dan kondisi yang beraneka ragam.

16. Aplikasi dari teknik dasar.
Setelah para anggota Mossdef System menguasai semua teknik dasar dari cara berdiri hingga pengamanan terhadap ancaman todongan yang melibatkan senjata api. Maka Mossdef System mengajak para anggotanya belajar untuk mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari dan kuasai ke dalam cara menghadapi berbagai peristiwa berbahaya yang kaitannya dengan konfrontasi, kriminal dan aksi premanisme disekitar kita. Seperti menggunakan benda-benda umum yang ada disekitar kita sebagai senjata untuk menghadapi penyerang bersenjata dan aplikasi dalam pengamanan terhadap dua penyerang atau lebih, baik penyerang yang bersenjata api, bersenjata tajam, bersenjata tumpul maupun penyerang yang tidak memakai senjata. Selain itu juga, para anggota yang telah menguasai teknik-teknik dasar, maka Mossdef System akan mengajak para anggotanya untuk juga mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari dan kuasai ke dalam pelatihan kelaskaran atau kemiliteran, penegakkan hukum maupun untuk pengamanan dan perlindungan terhadap orang penting (VIP).

Dalam pelatihan lanjutan, Mossdef System akan memberikan pelatihan kepada para anggotanya, yang meliputi : aplikasi dan transformasi teknik dasar dan metode pelatihan untuk anak-anak dan wanita, keterampilan dalam bertarung yang praktis, efektif, fleksibel, mematikan dan tanpa aturan serta aplikasi dalam kehidupan pertarungan jalanan yang nyata. Mossdef System juga akan mengajarkan para anggotanya teknik pertarungan dalam berbagai posisi tempat, situasi dan kondisi yang beraneka ragam, cara dan aplikasi pelatihan mental serta metode pelatihan mental dalam kehidupan yang nyata. Setelah semua tahapan dilewati oleh para anggota Mossdef System, kemudian Mossdef System mengajak para anggotanya untuk masuk ke pelatihan simulasi atau sebuah latihan yang mendekati situasi dan kondisi nyata, seperti : simulasi menghadapi konfrontasi, simulasi menghadapi tindak kriminal, simulasi menghadapi aksi premanisme, simulasi pengamanan, simulasi pengawalan bahkan simulasi dalam menghadapi situasi dan suasana perang. Serta para anggota Mossdef System dimasukkan kedalam tahap menganalisis dan pelatihan yang sesuai dengan simulasi yang para anggota sedang jalani.
 
Untuk tahap terakhir dalam pelatihan Mossdef System, para anggota akan diajak untuk mengenal cara bertahan hidup yang sangat sulit di dalam hutan dan gunung atau teknik survival, sehingga para anggota Mossdef System setelah keluar dari pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh Mossdef System akan menjadi insan yang berani, wibawa dan kuat dalam menghadapi situasi dan kondisi apapun sulitnya. 

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 10.21 0 komentar

Pertimbangan Awal Dalam Berlatih


Yang pertama perlu diperhatikan dalam memulai latihan Mossdef System adalah menjaga keselamatan anggota dalam berlatih. Pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam hal latihan adalah sebagai berikut :

1. Memberikan metode pelatihan kepada para anggota dengan aman, seperti perlengkapan dan pakaian yang memadai, misalnya body protector atau pelindung badan, helm pelindung kepala, sarung tinju, penahan atau pelindung gigi, serta pelindung kemaluan. Selain itu, pertahankan tempat latihan Mossdef System. Dan untuk prilaku anggota selama latihan, para anggota diharuskan untuk menyingkirkan rasa egois dan rasa sombong, karena rasa sombong menyebabkan larinya semua ilmu darinya, seperti air yang tidak akan naik ke tempat yang lebih tinggi dan air biasanya selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah.

2. Memberikan pemanasan yang aman, sederhana dan bermanfaat bagi semua usia, yang diantaranya :
1. Lari ditempat atau lari hilir mudik, lakukan latihan ini sekurang-kurangnya 10 menit.
2. Lakukanlah gerakan push up yang ringan sekurang-kurangnya sebanyak 2X8 hitungan.

3. Lakukan latihan untuk melatih sistem syaraf di seluruh tubuh berfungsi secara optimal dengan cara :

a. Berdiri dengan rileks dan tenang, kemudian perlahan-lahan angkat kedua tumit ke atas, seraya menghirup udara dalam-dalam dan panjang dan rentangkan kedua tangan ke samping.
b. Pertahankan posisi kedua tumit terangkat tadi, dengan udara penuh di paru-paru, kepalkan kedua tangan dan letakkan di depan ulu hati.
c. Tahan nafas dalam paru-paru sekitar 10 detik, kemudian keluarkan sisa udara dalam paru-paru seraya mengendurkan otot-otot seluruh tubuh dan turunkan kedua tumit dan berdiri kembali secara rileks sambil menurunkan tangan ke bawah perut dengan posisi tangan kiri di dalam dan tangan kanan di luar tumpukan kedua tangan untuk laki-laki, dan untuk wanita posisi tangan sebaliknya.

4. Lakukanlah latihan untuk melatih otot pernafasan dan otot perut dengan cara sebagai berikut :

a. Pertama-tama berdiri tegak dan rileks, dengan kedua tangan tergantung lepas disisi tubuh. Pandangan lurus ke depan.
b. Kemudian perlahan-lahan hirup udara dalam-dalam dan panjang, sambil menaikkan tumit (berjingkat) dan naikkan kedua tangan sampai ke atas kepala, dengan telapak tangan menghadap ke atas.
c. Pertahankan posisi ini, sekitar 10 detik. Kemudian turunkan tumit dan kedua tangan, kembali berdiri tegak dan rileks kembali. Ulangilah 3 kali.
d. Setelah posisi badan tegak dengan kedua tangan tergantung kebawah dengan rileks. Kemudian perlahan-lahan naikkan tumit kembali, seraya naikkan kedua tangan ke atas kepala seperti di atas.
e. Selanjutnya perlahan-lahan keluarkan udara di paru-paru seraya mengendurkan seluruh bagian lengan, bahu dan leher serta punggung merunduk lemas ke arah depan bawah.
f. Hirup udara dalam-dalam dan panjang seraya bangkit berdiri tegak kembali. Mula-mula naikkanlah sendi bahu dengan memutar ke arah belakang.
g. Keluarkan sisa udara, sambil turunkan sendi bahu memutar turun ke belakang.
h. Ulangilah latihan ini 3 kali menurut urutan gerakan yang telah ada.

Apabila sering melakukan latihan rutin tiap hari (latihan b.3) diatas, maka hal ini akan menjaga keseimbangan dan kemantapan bagi posisi berjingkat yang kita lakukan tersebut, sehingga tidak mudah bergoyang akan jatuh. Selain itu, kaki yang terasa lemah akan berangsur menjadi kuat kembali dan juga bermanfaat untuk menguatkan jaringan ikat dan otot pergelangan kaki dan lutut.

Dan apabila sering melakukan latihan rutin tiap hari (latihan b.4) di atas, maka hal ini akan memberikan latihan khusus pada otot-otot pernafasan, sekat rongga dada (diafragma) dan otot-otot perut. Dengan latihan ini juga, akan otot-otot penting tersebut, sehingga fungsi pernafasan (respirasi) semakin meningkat, mencegah asma, pecah otot perut (hernia) dan kram pada otot perut.

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 10.09 0 komentar

Metodologi Pengajaran Tentang Manusia


Di dalam Mossdef System, di dalam menyerang untuk mendapatkan hasil yang maksimal bahkan mengakibatkan cidera permanen dan kematian pada hasil akhir menyerang merupakan suatu keharusan. Maka Mossdef System memberikan pelajaran anatomi sasaran bagian tubuh manusia yang paling vital untuk wajib diserang dalam mempertahankan diri dalam pertarungan jalanan. Titik sasaran tersebut adalah :

1. Pelipis.
Bagian kepala sisi samping yang terletak sejajar dengan mata kanan dan kiri, merupakan salah satu bagian kepala yang vital, apabila terkena pukulan siku atau pukulan tinju yang sangat kuat dan keras akan mengakibatkan kebutaan yang permanen.

2. Mata.
Alat vital yang satu ini sangat penting bagi kehidupan manusia. Dengan mata kita bisa melihat keindahan disekitar kita. Dengan menggunakan kekuatan jari yang sudah terlatih kuat dan keras yang di tujukan untuk menusuk atau mencongkel ke arah mata, akan mengakibatkan mata menjadi rusak bahkan mengalami kebutaan sehingga lawan akan kehilangan indra penglihatan yang penting ini untuk selamanya.

3. Hidung.
Hidung merupakan bagian tubuh dikepala yang vital untuk menjadi sasaran pukulan tinju atau pukulan dahi dalam rangka untuk melukai atau melumpuhkan lawan dengan cepat. Apabila hidung terkena sebuah pukulan tinju atau pukulan dahi yang kuat dan tepat akan mengakibatkan pendarahan yang hebat dan rasa sakit yang luar biasa. Tetapi apabila terkena pukulan telapak tangan yang kuat dari arah bawah ke atas, akan mengakibatkan cidera gagar otak pada lawan.

4. Bibir Atas.
Di daerah bibir atas yang sangat sensitif ini, apabila terkena dengan pukulan tinju atau pukulan dahi dengan kuat dan tepat akan mengakibatkan pendarahan dan pecah pada bibir tersebut sehingga menimbulkan rasa sakit yang hebat dan luar biasa.

5. Mulut.
Mulut merupakan bagian muka yang sangat menentukan sebuah kelemahan bagi lawan dalam pertarungan jalanan. Dengan menggunakan kekuatan jari yang sudah terlatih dengan keras untuk mengoyak mulut lawan, akan mengakibatkan mulut lawan tersobek dengan hebat sehingga akan menimbulkan luka sobekan pada mulut dan sakit yang luar biasa.

6. Dagu.
Daerah sasaran dagu ini hanya bisa dilakukan dengan pukulan jenis Uppercut atau pukulan telapak tangan yang kuat dan keras, sehingga mengakibatkan lawan hilang keseimbangan dan terjungkal ke belakang serta akhirnya pingsan.

7. Jakun.
Tulang rawan yang terletak di leher bagian depan ini, apabila terkena pukulan tinju atau pukulan ujung jari yang sudah terlatih dengan kuat dan keras akan mengakibatkan pecah pada jakun dan keluar darah melalui mulut dan hidung lawan serta mengakibatkan kematian seketika bagi lawan.

8. Kerongkongan.
Bagian leher depan agak ke tepi kanan dan kiri jakun ini, apabila di tekan dan di remas dengan cekikan kelima jari kita dengan kekuatan yang maksimal akan menyebabkan lawan susah bernafas, terbatuk-batuk, pecah pembuluh darah pada kerongkongan, pecah pada jakun dan akhirnya lawan mengalami kematian karena pendarahan yang hebat pada sekitar kerongkongan.

9. Leher.
Jika bagian leher sebelah kanan dan kiri terkena pukulan dengan jenis pukulan pisau tangan yang kuat dan tepat, akan mengakibatkan efek yang fatal bahkan kematian bagi lawan. Karena di leher adalah tempat pembuluh darah utama yang menghubungkan antara tubuh dengan kepala. Selain itu, di leher juga terletak dan dekat dengan syaraf yang menghubungkan ke otak di kepala lawan.

10. Tulang Selangka.
Tulang selangka yang terletak diantara bahu dan leher bagian dada atas lawan, merupakan salah satu dari titik kelemahan lawan yang perlu mendapat serangan kita. Guna melumpuhkan lawan dengan sasaran tulang selangka ini, kita menggunakan tarikan empat jari dari atas ke bawah dengan kuat dan akurat sehingga akan menjadikan tulang selangka lawan lepas dari sendi bahunya.

11. Bahu.
Bahu merupakan gabungan dari otot bahu dengan sendi bahu yang menghubungkan antara tubuh bagian atas dengan tangan. Apabila sendi bahu terkena pukulan tinju yang kuat dan keras dari arah depan akan mengakibatkan sendi bahu yang lepas, sehingga akan menyebabkan tangan lawan menjadi lemah tak berguna atau lumpuh dan mengalami sakit yang luar biasa pada bahu yang cidera tersebut. Dan juga hasilnya akan sama jikalau tangan lawan kita puntir ke arah belakang atau punggung lawan dan kemudian di hentakkan ke atas dengan keras, akan mengakibatkan lepas sendi bahu lawan. Dan apabila otot bahu lawan terkena pukulan hujaman pisau lawan atau hujaman tinju tangan dengan kuat dan keras akan mengakibatkan sakit yang luar biasa pada bahu lawan dan akan menyebabkan tangan lawan lemas beberapa saat.

12. Ketiak.
Di dalam ketiak terdapat pertemuan baik otot maupun syaraf yang menhubungkan tubuh bagian atas dengan tangan lawan. Apabila ketiak diserang dengan menggunakan tusukan pisau jari yang sudah terlatih dengan kuat dan keras, akan mengakibatkan sakit dan nyeri yang luar biasa pada ketiak lawan dan mengakibatkan tangan lawan lemas beberapa saat.

13. Tulang tengkuk.
Tulang tengkuk merupakan tulang rawan yang terletak di daerah belakang leher. Apabila tulang tengkuk terkena pukulan siku hujam atau pukulan tinju hujam yang kuat dan keras, akan mengakibatkan terhentinya aliran darah pada sekitar tengkuk beberapa saat, sehingga mengakibatkan lawan pingsan sesaat.

14. Kemaluan.
Kemaluan merupakan salah satu titik lemah lawan yang paling favorit buat anggota Mossdef System untuk melumpuhkan lawan. Alat vital yang terletak di depan pertemuan antara dua paha ini, apabila terkena tendangan kaki atau tendangan lutut yang kuat dan keras, akan menyebabkan lawan lemas dan lawan akan mengalami rasa sakit yang cukup lama.

15. Tulang rusuk bawah.
Tulang rusuk bawah merupakan tulang rawan yang terletak antara dada dengan perut bagian atas. Tulang rusuk bawah ini ada 2 jenis, yaitu tulang rusuk yang terletak di bagian kanan dan bagian kiri dada bagian bawah. Apabila tulang rusuk bawah terkena pukulan tinju yang kuat dan keras, akan menyebabkan tulang rusuk bawah tersebut patah dan sulit sekali untuk sembuh total dan akan menjadi patah permanen bagi lawan.

16. Tulang belakang (pinggang).
Tulang belakang yang terletak persis di belakang perut ini, apabila terkena tendangan lutut dari arah belakang dengan kuat dan keras akan menyebabkan tulang belakang retak bahkan bisa patah dan menyebabkan cidera permanen bagi lawan, yaitu lumpuh.

17. Ginjal.
Ginjal yang terletak di perut bagian tepi kanan dan kiri, apabila terkena sabetan tendangan ujung kaki yang kuat dan keras akan menyebabkan sakit yang luar biasa pada lawan. Dan apabila ginjal lawan terkena serangan sampai pecah, akan menyebabkan kematian bagi lawan.

18. Kunci paha.
Kunci paha merupakan sendi penopang antara tubuh dengan kedua kaki kanan dan kiri yang terletak di bawah pinggang. Apabila terkena tendangan lutut dari arah samping akan menyebabkan keretakan pada kunci paha bahkan patah sehingga menyebabkan lawan menjadi lumpuh dan merasakan kesakitan yang sangat.

19. Tulang ekor.
Tulang ekor adalah tulang punggung yang paling bawah yang terletak diantara dua pantat agak keatas. Apabila terkena tendangan lutut dari arah belakang dengan kuat dan keras, akan menyebabkan tulang ekor pecah dan mengakibatkan lawan kesakitan yang teramat sangat bahkan lawan akan mengalami kelumpuhan.

20. Siku.
Sendi siku yang terletak antara lengan atas dengan lengan bawah, apabila terkena teknik kuncian dan teknik patahan yang benar, akan menyebabkan lawan mengalami patah pada sendi siku dan lawan akan mengalami rasa sakit yang hebat, sehingga lawan akan mengalami cacat permanen.

21. Jari.
Jari merupakan salah satu alat vital yang menjadi sasaran serangan anggota Mossdef System. Apabila jari ditekan kearah punggung tangan dengan hentakan yang kuat dan keras, akan mengakibatkan jari-jari lawan retak dan patah.

22. Lutut.
Lutut merupakan penopang seseorang untuk berdiri di atas dua kaki, yang terletak antara paha dengan tulang kering. Apabila sendi lutut tersebut terkena tendangan jejak kaki dari arah samping luar dan samping dalam akan menyebabkan bergesernya sendi lutut yang mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa. Bahkan lawan akan mengalami patah pada sendi lutut sehingga menyebabkan lawan akan lumpuh dan cacat permanen.

23. Mata kaki.
Mata kaki yang terletak di bagian luar dan bagian dalam pergelangan kaki, apabila terkena tendangan ujung kaki dengan kuat dan keras akan menyebabkan mata kaki pecah dan akan mengalami lumpuh serta cacat permanen.

24. Tulang kering.
Tulang yang terletak diantara lutut dan pergelangan kaki bagian depan ini, apabila terkena tendangan ujung kaki dengan sangat kuat dan keras akan menyebabkan lawan merasakan rasa sakit yang teramat sangat dan hilang konsentrasi, sehingga lawan mudah untuk dilumpuhkan.

25. Punggung kaki.
Punggung kaki yang terletak pada telapak kaki bagian atas ini, apabila terkena injakan tumit yang keras dan kuat, akan menyebabkan lawan mengalami rasa sakit yang teramat sangat bahkan tulang punggung kaki bisa mengalami keretakkan. Dan juga apabila punggung kaki di injak kemudian tubuh lawan di dorong ke belakang dengan kuat dan keras, akan menyebabkan lawan jatuh terjungkal ke belakang dan sendi pergelangan kaki akan retak dan patah.

26. Pergelangan tangan.
Sendi pergelangan tangan yang terletak antara tulang lengan bawah dengan telapak tangan, akan mengalami retak bahkan patah dan remuk apabila telapak tangan di tekan dengan keras ke arah sejajar dengan tulang lengan bawah bagian dalam kemudian diputar dan dihentakkan ke arah luar dengan keras.

27. Kepala belakang.
Kepala bagian belakang merupakan bagian kepala yang sangat berbahaya, di kepala bagian belakang merupakan tempat otak yang terlindungi oleh tulang yang amat rawan. Maka dari itu apabila kepala belakang diserang dengan serangan siku atau pukulan tinju dengan kuat dan keras, akan mengakibatkan lawan gagar otak.

28. Telinga.
Telinga merupakan salah satu panca indra yang terletak di sebelah kanan dan kiri kepala. Apabila telinga terkena tamparan yang kuat dan keras, akan menyebabkan pecahnya gendang telinga karena terkena tekanan udara yang kuat saat terkena tamparan yang keras sehingga telinga akan mengeluarkan darah, sangat sakit dan tuli permanen.

29. Tulang rahang.
Tulang rahang adalah tulang rawan yang terletak antara dagu dengan telinga. Apabila terkena pukulan swing yang kuat dan keras akan menyebabkan lawan jatuh hilang keseimbangan, karena tulang rahang merupakan pusat simpul syaraf yang menghubungkan ke otak keseimbangan di kepala lawan.

30. Telapak kaki.
Telapak kaki merupakan salah satu titik lemah juga bagi lawan. Apabila telapak kaki lawan terkena tendangan ujung kaki yang kuat dan keras, akan menyebabkan lawan merasakan sakit yang luar biasa sehingga lawan sulit untuk berdiri kembali.

Selain mengajarkan anatomi dan fisiologi manusia untuk mencari kelemahan lawan, Mossdef System juga mengajarkan kebiasaan-kebiasaan seorang instruktur yang profesional. Kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah antara lain : 

1. Berlatih bersama minimal 1 minggu sekali.
Dalam berlatih bersama, sangat bermanfaat bagi anggota Mossdef System terutama untuk membangun ukhuwah islamiyah sesama anggota, selain itu juga untuk mengasah kemampuan para anggota Mossdef System dalam menghadapi berbagai bentuk konfrontasi, baik konfrontasi yang berskala kecil maupun yang berskala besar.

2. Berlatih pribadi minimal 15 menit perhari.
Manfaat besar bagi para anggota Mossdef System dalam berlatih pribadi ini merupakan untuk mengasah kemampuan menjalankan teknik Mossdef System secara tepat, mantab dan bertenaga.

3. Membaca buku yang direkomendasikan minimal 15 menit perhari.
Mossdef System sangat menyarankan para anggotanya untuk memiliki dan membaca buku-buku yang direkomendasikan untuk pengembangan kepribadian para anggota Mossdef System. Buku-buku tersebut adalah :

1. Bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain - Dale Carnegie.
2. Skill With People - Les Giblin.
3. Personality Plus - Florence Littauer.
4. Mengembangkan kepemimpinan di dalam diri Anda - John C. Maxwell.
5. Kepemimpinan 101 - John C. Maxwell.

Dan masih banyak lagi buku-buku positif lainnya yang bisa dibaca. Dengan semakin berkembangnya pribadi para anggota Mossdef System maka komunitas Mossdef System akan tumbuh dengan baik dan maksimal.

4. Menghadiri acara yang diadakan oleh Mossdef System.
Komunitas Mossdef System dibangun dari satu acara ke acara yang di adakan oleh Mossdef System. Program acara yang diadakan oleh Mossdef System adalah antara lain :

1. Acara untuk umum, seperti seminar dan workshop.
2. Acara bersyarat, seperti acara khusus instruktur, acara khusus tim ahli dan acara khusus dewan master.
3. Acara yang diadakan oleh masing-masing instruktur untuk mengembangkan tim yang solid, seperti perkemahan, api unggun, hicking, pengembaraan, petualangan dan survival.

5. Duplikasikan diri Anda.
Setelah Anda belajar, ajarkan yang Anda pelajari dari instruktur Mossdef System kepada orang lain. Buat orang lain, nantinya berkemampuan seperti Anda atau melebihi kehebatan Anda. Semakin banyak duplikat-duplikat yang Anda ciptakan, semakin cepat anda dalam membangun sebuah komunitas Mossdef System yang kuat dan solid di sekitar Anda.

Komunitas Mossdef System adalah sebuah komunitas yang menyangkut banyak orang. Keberhasilannya sangat tergantung dengan kemampuan dalam berhubungan antar manusia. Anda gagal dalam berhubungan dengan manusia, maka gagal pula Anda dalam membangun komunitas Mossdef System yang kuat dan solid di sekitar Anda. Perbaikilah hubungan antar orang !!! 

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 10.06 0 komentar

Sekilas Pendiri Mossdef System


Di kampung sederhana disebelah barat kabupaten Sragen di Jawa Tengah, Watubucu namanya, pada tanggal 17 Agustus 1978 lahirlah seorang bayi lelaki dari pasangan suami istri yang berbahagia, Bapak Djapari seorang guru Sekolah Dasar dengan seorang ibu rumah tangga bernama Siti Kismunsiyati. Bayi lelaki ini akhirnya diberi nama Nugroho Agung Wibowo. Demikian nama lengkapnya sang bayi tersebut. Sang ayah dan sang ibu sangat menyayangi bayi tersebut, hingga sang bayi tersebut tumbuh sebagai bayi yang sehat.

Maka ketika bayi tersebut telah berusia sepuluh tahun, Agung kecil mulai tampak kelihatan bakatnya dalam ilmu beladiri. Dibawah asuhan sang paman, Agung kecil mulai dikenalkan dan digembleng seni bertarung hingga usia sampai memasuki kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Negeri Andong Boyolali setingkat Sekolah Menengah Pertama. Ketika Agung mulai memasuki Sekolah Menengah Umum, Agung semakin semangat dalam menggembleng ilmu beladirinya memalalui kegiatan tambahan yang diadakan oleh Sekolah Menengah Umum Muhammadiyah 2 Gemolong di Sragen tempat dia belajar menimba ilmu pengetahuan umum, yaitu kegiatan Tapak Suci. Dia aktif dalam kegiatan Tapak Suci tersebut berlanjut hingga lulus Sekolah Menengah umum tersebut pada tahun 1997. Selain Agung terlibat dalam berbagai event-event pertandingan, Agung juga terlalu sering terlibat dalam berbagai bentuk pertarungan jalanan dan berbagai bentuk tawuran antar kelompok.

Sekitar awal tahun 1999 setelah lulus dari Sekolah Menengah Umum, Agung mencoba keberuntungan untuk mendaftarkan diri ketika ada penerimaan Anggota Keamanan Rakyat (Kamra) yang diadakah oleh Wilayah Kodam IV/Diponegoro, dan kemudian Agung diterima masuk untuk mengikuti pendidikan Keamanan Rakyat (Kamra) Gelombang IV Kompi 5 Dodik Belanegara Rindam IV/Diponegoro, dan dikukuhkan sebagai Anggota Keamanan Rakyat (Kamra) melalui Surat Keputusan (SK) Pengangkatan pada tanggal 22 April 1999. Kemudian setelah lulus dari Dodik Belanegara Rindam IV/Diponegoro, Agung ditetapkan sebagai Anggota Keamanan Rakyat (Kamra) di Kepolisian Wilayah Surakarta Resort Sragen pada tanggal 30 Mei 1999, sebagai tempat tugasnya yaitu di Kepolisian Sektor Miri hingga Keamanan Rakyat (Kamra) resmi dibubarkan pada pertengahan tahun 2001. Selama 2 tahun Agung mengabdikan diri untuk keamanan rakyat, Agung tetap masih terus aktif untuk melatih dan membina anggota Tapak Suci di wilayah Sragen dan sekitarnya.

Setelah dibubarkannya Keamanan Rakyat (Kamra), Agung mencoba untuk mengadu nasib ke kota Jakarta hingga pada akhir tahun 2001 Agung berkenalan dengan ustadz pengasuh Pondok Pesantren Al-Imam dari Sukabumi yaitu ustadz Bukhori Muslim, beliau menawarkan Agung untuk membantu mengajar di Pondok Pesantren milik beliau. Di Pondok Pesantren tersebut Agung diberi tugas sebagai kepala Asrama sekaligus kepala keamanan dan juga mengajar beladiri kurang lebih 125 santri putra Pondok Pesantren tersebut. Di Pondok Pesantren tersebut juga Agung mulai merancang dan bermimpi untuk memiliki dan membangun sistem beladiri sendiri. Tepat pada tanggal 23 September 2002 Agung mempersunting dan menikahi salah satu santri putri Pondok Pesantren tersebut yang berasal dari Kota Ende di Nusa Tenggara Timur, Masythoh namanya. Dua bulan kemudian oleh Agung, sang istri tersayang diboyong pulang ke kampung halamannya di Sragen, dan menumpang tinggal di kedua orang tua Agung yang hanya enam bulan lamanya.

Setelah enam bulan berlalu, Agung mencoba untuk bersilaturahmi kepada ustadz Ja'far Umar Thalib di Pondok Pesantren Ihya' Us-Sunnah di Yogyakarta. Setelah bertemu dengan ustadz Ja'far Umar Thalib, Agung memutuskan untuk mengajak sang istri tersayang untuk pindah ke Pondok Pesantren Ihya' Us-Sunnah di Yogyakarta dalam rangka belajar ilmu agama kepada ustadz Ja'far Umar Thalib sambil membantu di majalah Salafy yang ustadz Ja'far Umar Thalib pimpin langsung. Di Pondok Pesantren inilah Agung mulai mendalami berbagai jenis ilmu beladiri yang lainnya seperti Krav Maga, Systema SpatNaz, Soko Combat System, Jujutsu, Ninjitsu, Aikido, Tinju, Karate, Judo, Kempo, Sambo, Wing chun, Taekwondo dan Thai Boxing secara otodidak melalui buku-buku, internet dan berbagai jenis video beladiri, sambil terus melatih santri Pondok Pesantren Ihya' Us-Sunnah tersebut, dan terus meracik teknik-teknik beladiri yang dikuasainya menjadi berbagai teknik yang praktis, mudah, sederhana, fleksibel dan mematikan.

Tepat pada tanggal 31 Mei 2006, Agung mendirikan sistem beladiri sendiri yang kemudian diberi nama Singa Tauhid, beladiri inilah yang menjadi cikal bakal dari Mossdef System. Beladiri Singa Tauhid ini mengusung konsep penggabungan antara ilmu tauhid dengan ilmu beladiri praktis. Karena Agung sering terlibat dalam berbagai bentuk konflik dan konfrontasi baik yang berskala kecil maupun berskala besar, maka pada tanggal 10 Januari 2007 Agung mengubah nama Singa Tauhid menjadi beladiri Petarung Tauhid dengan mengusung konsep penggabungan antara ilmu tauhid, ilmu beladiri praktis dan ilmu psikologi jalanan.

Kemudian pada tanggal 20 November 2007, nama beladiri Petarung Tauhid diganti namanya oleh Agung dengan nama Moslem Militery Martial Art (M3A) dengan mengusung konsep penggabungan antara ilmu tauhid, ilmu beladiri praktis, ilmu psikologi jalanan dan ilmu dasar kemiliteran. Semenjak berganti nama dari beladiri Petarung Tauhid menjadi Moslem Militery Martial Art (M3A), Agung mulai memikirkan
dan merancang bagaimana beladiri Moslem Militery MArtial Art (M3A) ini menjadi sebuah sistem pertahanan diri yang sangat praktis, mudah, sederhana, fleksibel, mematikan dan aplikatif. Berbagai uji coba, penelitian dan penyempurnaan baik sistem maupun teknik pertahanan diri, maka pada tanggal 20 Desember 2008 Agung mendeklarasikan berdirinya sebuah sistem pertahanan diri khusus untuk kaum muslimin
yang sangat praktis, mudah, sederhana, cepat dikuasai, fleksibel, mematikan dan aplikatif yang berorientasi untuk menanggulangi berbagai bentuk konfrontasi yang kejam dan berbagai tindak kejahatan di jalanan dalam berbagai situasi dan kondisi, dengan nama Moslem Self-Defence System atau disingkat dengan dengan Mossdef System, yang lebih dikenal dengan Moslem Street Fighting, dengan mengusung konsep penggabungan antara ilmu tauhid, ilmu psikologi jalanan, ilmu beladiri, ilmu dasar kemiliteran dan ilmu dasar kepolisian.

Pada tanggal 1 Januari 2009, Agung mulai mengenalkan konsep Mossdef System pertama kalinya untuk masyarakat luas, dan pertama kali itu juga dilakukan di ruang lingkup Universitas Islam Indonesia (UII) Terpadu di Yogyakarta. Pada awalnya, tidak satupun orang yang tertarik untuk belajar Mossdef System dari masyarakat luas, hingga beberapa bulan kemudian baru ada beberapa orang yang tertarik untuk mencoba belajar Mossdef System dari masyarakat luas. Pada masa-masa awal perjuangan inilah Agung sempat terserang sakit radang usus kronis karena terlalu memeras pikiran, tenaga, perasaan dan harta serta waktu untuk merintis awal Mossdef System. Hingga pada tanggal 20 Juni 2009 Agung memutuskan untuk mengundurkan diri dari Majalah Salafy untuk bertekad memfokuskan diri mengembangkan Mossdef System.

Setelah berhenti dari Majalah Salafy untuk memfokuskan diri mengembangkan Mossdef System, pada masa inilah merupakan masa-masa perjuangan terberat yang dialami oleh Agung sekeluarga. Ujian kelaparan, kemiskinan, kesulitan, kekurangan dan keterbatasan menghampiri Agung sekeluarga selama antara bulan Agustus hingga akhir Desember tahun 2009. Walaupun pada awal masa-masa sulit itu, Agung berusaha untuk menyambung hidup dengan apa adanya dan terus mencoba mencari pekerjaan di beberapa tempat usaha dan kantor tetapi tidak satupun yang menerima pengajuan lamaran pekerjaan Agung tersebut. Dan masa-masa sulit itulah Agung sekeluarga terlalu sering hanya bertahan hidup dengan sabar, tawakal dan minum air matang serta teramat jarang Agung sekeluarga menemukan makanan.

Walau berbagai kekurangan dan kesulitan serta keterbatasan mendera hingga beberapa bulan, semangat dalam dada Agung untuk terus melatih dan berjuang untuk mengembangkan Mossdef System terus menyala-nyala. Hingga pada awal Januari 2010 mulai semakin banyak orang yang tertarik dan belajar Mossdef System dari berbagai daerah, kalangan dan usia. Kini Agung telah memiliki beberapa tempat latihan Mossdef System di Yogyakarta dan bertekad terus untuk melebarkan sayap Mossdef System hingga keluar daerah Yogyakarta.

Kini bapak dari tiga anak tersebut yaitu Haidarrohman, Sayyaful Fahd dan Hajar Rifqoh semakin memfokuskan diri untuk terus melatih, mempromosikan dan terus mengembangkan Mossdef System semakin luas kepada masyarakat kaum muslimin di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya. Dan semakin semangat untuk mengenalkan konsep pertarungan jalanan dan keamanan pribadi di jalanan melalui Mossdef System kepada masyarakat luas. Dari rumah kontrakannya yang sekaligus sebagai sekretariat komunitas pusat Mossdef System yang terletak di Degolan-Umbulmartani-Ngemplak-Sleman-Yogyakarta, dari rumah inilah Agung terus bertekad untuk melatih, membina, mempromosikan dan mengembangkan Mossdef System hingga akhir hayatnya, itulah tekad kuat dan bulat Agung Mossdef sang pendiri Mossdef System. 

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 10.02 0 komentar

Sistem dan Target Mossdef System


Di dalam Mossdef System, sistem tingkatan atau level di mulai dari Siswa untuk pemula, Instruktur, Team Ahli dan Master.

1. Siswa

Dalam Siswa para pemula personil Mossdef System di tekankan pada pelatihan-pelatihan yang mendasar dan merupakan pondasi dari sebuah sistem pertahanan diri yaitu teknik-teknik praktis yang sangat sederhana, simple, efektif, fleksibel dan sangat mudah untuk di pelajari oleh siapapun tanpa mengenal pengalaman, latar belakang, jenis kelamin dan usia serta dengan target-target yang sangat jelas dan pasti.


Dalam Siswa para personil Mossdef System harus melalui 3 tahapan yaitu Basic Training, Intermedia Training dan Advance Training.

Di antara materi-materi Basic Training adalah sebagai berikut :
1. Teknik praktis menyerang lawan.
2. Teknik praktis melumpuhkan pukulan orang lain.
3. Teknik praktis melumpuhkan tendangan orang lain.
4. Teknik melepaskan dan melumpuhkan cekikan orang lain.
5. Teknik melepaskan dan melumpuhkan rangkulan orang lain.
6. Teknik melepaskan dan melumpuhkan pegangan orang lain.
7. Teknik melepaskan dan melumpuhkan pelukan orang lain.
8. Teknik melepaskan dan melumpuhkan todongan, tusukan, sabetan serta pertarungan praktis senjata pisau.
9. Teknik melumpuhkan ancaman serangan tongkat pendek atau pentungan.

Di antara materi-materi Intermedia Training adalah sebagai berikut :
1. Teknik praktis pertarungan bawah.

Di antara materi-materi Advance Training adalah sebagai berikut :
1. Teknik praktis melumpuhkan ancaman todongan pistol.
2. Teknik praktis melumpuhkan ancaman todongan laras panjang.

2. Instruktur

Setelah menyelesaikan Program Siswa para personil Mossdef System lolos dalam ujian akhir Siswa dengan menerima tanda bukti berupa Sertifikat Instruktur yang di keluarkan oleh Pendiri Mossdef System, maka personil Mossdef System boleh melanjutkan ke materi lanjutan di tingkat Instruktur. Tetapi bagi para personil Mossdef System yang tidak lolos dalam ujian akhir Siswa, maka personil Mossdef System harus mengulang lagi dari materi awal Siswa, setelah itu baru boleh mengajukan ujian akhir secara privat.


Di dalam Instruktur inilah posisi para personil Mossdef System berada dalam komunitas Instruktur yang siap untuk di perbantukan untuk mengisi training-training yang di adakan oleh Mossdef System. Untuk materi-materi yang diajarkan kepada para personil Mossdef System jika sudah mencapai posisi Instruktur adalah seperti berikut di bawah ini :
1. Teknik menolong orang lain dari berbagai ancaman dan serangan pihak lain baik bersenjata maupun tanpa senjata.
2. Teknik simulasi atau aplikasi dalam menghadapi berbagai bentuk tindak kejahatan di luar rumah.
3. Teknik simulasi atau aplikasi dalam menghadapi berbagai bentuk konfrontasi.
4. Teknik simulasi atau aplikasi dalam menghadapi berbagai bentuk tindak kejahatan di dalam rumah.
5. Teknik simulasi atau aplikasi dalam membantu dan mengawal orang atau bodyguard.
6. Teknik simulasi atau aplikasi dalam membantu dan mengamankan orang atau barang, dokumen atau sejenisnya.

3. Team Ahli

Syarat utama untuk masuk ke posisi Team Ahli bagi para personil Mossdef System adalah apabila mereka telah lolos dari ujian akhir Instruktur dan mendapat tanda bukti berupa Surat Keputusan (SK) Pengangkatan dari Pendiri Mossdef System. Maka apabila tidak lolos dari ujian akhir Instruktur maka para personil Mossdef System mengulang kembali training Instruktur dari awal dan setelah itu bisa mengajukan privat untuk ujian akhir Instruktur.


Di posisi ini, para personil Mossdef System akan menjadi anggota tim Tenaga Ahli Mossdef System yang siap untuk di perbantukan dalam pengenalan jasa Mossdef System, Demo gaya Mossdef System dan mengisi seminar-seminar yang di adakan oleh Mossdef System. Adapun materi-materi yang akan di sampaikan oleh Mossdef System untuk para personil Mossdef System jika sudah mencapai posisi ini adalah sebagai berikut :
1. Teknik memperkenalkan atau demo program menghadapi tindak kejahatan di dalam seminar.
2. Teknik memperkenalkan atau demo program menghadapi konfrontasi di dalam seminar.
3. Teknik memperkenalkan atau demo program pertahanan dan keamanan dalam keluarga di dalam seminar.
4. Teknik memperkenalkan atau demo program pengawalan orang atau bodyguard di dalam seminar.
5. Mengisi seminar dan workshop.

4. Master

Syarat utama untuk masuk ke posisi Master bagi para personil Mossdef System adalah apabila mereka telah lolos dari ujian akhir Team Ahli dan mendapat tanda bukti berupa Surat Keputusan (SK) Pengangkatan dari Pendiri Mossdef System. Maka apabila tidak lolos dari ujian akhir Team Ahli maka para personil Mossdef System mengulang kembali training Team Ahli dari awal dan setelah itu bisa mengajukan privat untuk ujian akhir Team Ahli.


Di posisi ini, para personil Mossdef System akan menjadi anggota tim Dewan Master Mossdef System yang siap untuk di perbantukan dalam kemaslahatan kaum muslimin di dalam bidang keamanan dan pertahanan kaum muslimin. Adapun materi-materi yang akan di sampaikan oleh Mossdef System untuk para personil Mossdef System jika sudah mencapai posisi ini adalah sebagai berikut :
1. 10 dasar Ilmu Perang.
2. Taktik dan strategi.
3. Mengenal berbagai bentuk formasi pasukan.
4. Ilmu kepanglimaan.
5. Ilmu Kemarkasan dan Alur Komando.

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 09.56 0 komentar

Teknik Dan Program Mossdef System


Teknik Mossdef System didasarkan pada pemindahan energi dan seperti tindakan bahan peledak. Serangan-serangannya adalah kuat, mematikan dan dirancang untuk efek yang maksimum ke daerah sasaran yang spesifik. Para personil Mossdef System dilatih untuk menjadi penuh kesadaran akan keadaan sekitar mereka yang penuh dengan potensi akan kekerasan, kejahatan dan konfrontasi. Seperti gaya beladiri lainnya, personil Mossdef System untuk level pemula praktik akan teknik tangkisan, pukulan, tendangan dan serangan tertentu yang bersamaan dengan gerakan bertahan untuk menangkap dan menyerang. Seperti belajar teknik melangkah, personil Mossdef System belajar teknik melangkah untuk melawan penyerbu dalam situasi jarak yang berbeda dari berbagai arah. Beberapa teknik juga diajarkan untuk menundukkan lawan. Pertarungan secara saling berhadapan dimulai dengan tingkatan ini, untuk membiasakan personil Mossdef System kepada "rasa" dari suatu serangan dan ancaman orang lain. 

Latihan lanjutan mengajarkan pada teknik pegangan tambahan, seperti melepaskan diri dari pegangan orang lain. Pertahanan yang khusus, teknik menghentikan serangan adalah juga ditambahkan dalam kurikulum Mossdef System. Seperti juga para personil Mossdef System memperoleh keterampilan tambahan seperti pelatihan senjata mulai dari menggunakan pisau, tongkat, pentungan, ruyung, pedang, samurai dan lain-lain. 

Alami tetapi mematikan dari Mossdef System diambil dari situasi kehidupan yang nyata. Mossdef System mengajarkan kepada kaum muslimin bagaimana cara menyelamatkan diri dan untuk mengatasi kekerasan dan kejahatan di jalanan umum. Untuk bisa efektif di jalanan, Mossdef System tidak ada aturan dan pembatasan. Oleh karena itu, tidak ada kompetisi atau pertandingan olah raga dalam Mossdef System sebab Mossdef System dirancang untuk sebuah sistem pertahanan diri yang realistis.

Para personil Mossdef System diajarkan pada sikap bertahan yang berlaku kepada berbagai ancaman serangan kejahatan yang terjadi di jalan. Para personil Mossdef System berlatih dari suatu posisi yang sangat merugikan dan terjepit di dalam kehidupan yang nyata dan kecepatan yang nyata.

Membuat gerakan bertahan yang dikombinasikan dengan serangan balasan secara bersama dan secepat mungkin sampai semua potensi yang berbahaya hilang. Metode-metode pelatihan yang unik akan diterapkan di jalanan yang kejam. Ini sangat diperlukan guna menempatkan para personil Mossdef System di bawah tekanan ekstrim yang sedang melakukan teknik Mossdef System. Para personil Mossdef System belajar untuk meninggalkan sikap pasif kepada suatu keadaan menjadi sikap agresif dengan cepat. Mossdef System juga mengajarkan kepada para personil Mossdef System untuk berfungsi dengan membagi perhatian mereka, selagi badan dalam kondisi lelah. Dan ketika para personil Mossdef System berhadapan dengan banyak serangan secara spontan. 

Adapun program Mossdef System yang telah dirancang adalah :


1. Program Sipil, adapun materinya meliputi :
a. Sistem pertahanan diri menghadapi aksi premanisme
b. Sistem pertahanan diri menghadapi tindak kejahatan.
c. Sistem pertahanan diri menghadapi konfrontasi.
d. Sistem pertahanan dan keamanan keluarga.


2. Program Profesional, adapun materinya meliputi :
a. Pengawalan khas (Walkhas).
b. Pengamanan khas (Mankhas).
c. Pasukan khas (Paskhas).


3. Program Privat, adapun materinya meliputi :
a. Kursus spesifik.
b. Pemantapan materi.
c. Training individu.
d. Training kelompok.


4. Program Seminar, adapun materinya meliputi :
a. Kursus kilat.
b. Kursus spesifik.
c. Kursus Instruktur.

Selasa, 11 Agustus 2009

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 00.15 0 komentar

Prinsip Dasar Mossdef System


Setelah kita mengetahui garis besar tentang apakah sebenarnya maksud dan tujuan Mossdef System ini, maka sampailah pada bagaimanakah berlatih Mossdef System demi tercapainya hasil yang diharapkan.

Untuk itu kita perlu sekali mengetahui beberapa pokok atau prinsip dasar Mossdef System ini, sebab tanpa prinsip dasar tersebut kita tidak mungkin memperoleh hasil yang efektif dari latihan Mossdef System !

Jadi, Mossdef System bukanlah sekadar sebuah seni beladiri tetapi lebih dari itu. Dengan menggunakan ukuran badan yang setiap orang miliki, kekuatan dan kemampuan serta pada kekuatan yang dimiliki oleh penyerang digunakan untuk melumpuhkan penyerang itu sendiri, seperti halnya di dalam banyak gaya sistem pertahanan diri lainnya. Gerakkan Mossdef System dirancang dengan gerakan anggota badan yang paling mendasar atau alamiah, sehingga membuat masyarakat kaum muslimin sangat mudah dalam mempelajari teknik-teknik Mossdef System dengan lebih reflek dan dengan lebih efektif. Teknik menyerangnya dengan jarak pendek dan dirancang untuk keadaan kehidupan yang nyata, dengan tidak ada peraturan dan melatih kepada tingkatan tindakan refleks.

Mossdef System telah kami rancang cocok untuk semua orang baik laki-laki maupun wanita, anak-anak maupun dewasa untuk melindungi diri dari serangan orang lain. Mossdef System dirancang terutama untuk mempertahankan diri. Filosofinya di dasarkan pada dimana selagi praktek mempertahankan diri tidak mungkin sama dengan kepribadian setiap individu, mengabaikan kebutuhan akan sistem pertahanan diri tidak akan membuat dirimu selamat dari kekerasan orang lain.

Mossdef System dibangun diatas dua dasar pondasi utama yaitu mentauhidkan Allah semata dan sistem pertahanan diri. Mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala semata merupakan pondasi yang paling utama bagi Mossdef System.

Masyarakat kaum muslimin akan di beri pelajaran cara mempertahankan diri dari tindakan serangan orang lain, guna untuk menghindari luka-luka, serta juga untuk secepatnya melumpuhkan ancaman dan serangan orang lain bagi masyarakat kaum muslimin merupakan ikhtiar dalam mempertahanan jiwa dan selebihnya kita bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Pertahanan diri Mossdef System merupakan suatu teknik tindakan agresif yang sangat luas, seperti pukulan, tendangan, cekikan, pelukan, kuncian, merebut seperti halnya pertahanan diri melawan berbagai penyerang yang bersenjata dengan suatu senjata tajam, senjata tumpul atau senjata api. Masyarakat kaum muslimin akan menggunakan teknik sistem pertahanan diri yang bersangkut paut dengan prinsip Mossdef System dan teknik di berbagai macam situasi dan kondisi, bahkan di keadaan yang kurang baik atau tidak familier, seperti diruangan sempit, perkelahian dalam air, keadaan gelap, dari posisi duduk atau berbaring, dengan gerak atau keadaan yang terbatas, atau juga keadaan kita dibawah tekanan tubuh lawan yang ekstrim atau badan kita dalam kondisi kelelahan.

Saling berhadapan dalam rangka untuk saling menyerang membuat Mossdef System banyak mengedepankan sistem dan kemampuan yang baik, Mossdef System mengajarkan bagaimana cara mengatasi serangan dari orang lain dengan cepat dan efektif. Itu semua terwujud dari unsur-unsur yang berhubungan dengan pencapaian target yang nyata dalam mempertahankan diri seperti taktik, strategi, gerak tipuan, kombinasi kekuatan yang berbeda dalam menyerang, psikologi bentuk pertarungan, dan pelajaran bagaimana cara menggunakan keadaan untuk keuntungan masyarakat kaum muslimin dalam mencapai posisi seorang pemenang dalam mempertahankan diri di perjalanan.
Sebagai tambahan, Mossdef System menyertakan metode pelatihan khusus untuk tidak hanya menghadapi tantangan bagi masyarakat kaum muslimin secara fisik semata, tetapi juga untuk pemanasan bagi masyarakat kaum muslimin yang lebih penting yaitu mental tauhid yang merupakan pondasi dasar pembentukan keberanian sejati yang bersumber dari aqidah yang murni yang bermaksud untuk memperkuat jiwa dan untuk mengembangkan kemampuan yang berhubungan dengan ancaman dan serangan yang kejam di bawah tekanan orang lain dan tindak kejahatan di bawah tekanan orang lain yang tinggi. Metode pelatihan ini telah kami uji coba di dalam pertarungan bebas yang nyata.

Target-target pelatihan Mossdef System adalah bermental dan berjiwa tauhid, keberanian hakiki, kestabilan emosi, kesabaran dan rasa saling menghormati. Masyarakat kaum muslimin akan di beri pelajaran tentang prinsip-prinsip ini melalui latihan-latihan, praktek dan pengembangan dari keterampilan mereka. Seperti ketika telah banyak orang belajar yang berhubungan dengan sistem mempertahankan diri, yang tujuannya adalah untuk memindahkan kebutuhan dari sikap masyarakat kaum muslimin akan kekerasan, dan juga menyiapkan masyarakat kaum muslimin apabila mereka bertemu dengan para penyerang ketika konfrontasi, aksi premanisme dan aksi tindak kejahatan sedang terjadi.

Prinsip-prinsip mental Mossdef System :
1. Jika ditakdirkan menang, walaupun seluruh jin dan manusia berkumpul jadi satu
untuk mengalahkan kita, niscaya kita tetap menang.
2. Jika ditakdirkan kalah, walaupun seluruh jin dan manusia berkumpul jadi satu untuk
memenangkan kita, niscaya kita akan tetap kalah.
3. Berlatih sungguh-sungguh merupakan bagian dari ikhtiar selebihnya bertawakal pada
Dia Yang Di Atas.
4. Berendah hati dan menjauhi kesombongan.
5. Apa yang luput dari kita tidak akan bakal mengenai kita, dan apa yang mengenai
kita tidak akan bakal luput dari kita.
6. Berkasih sayang pada kaum muslimin, dan bersikap tegas pada kaum selainnya.
7. Sabar dalam ujian dan perjuangan, bersyukur dalam kemulyaan dan kemenangan.
8. Do’a merupakan sumber segala kekuatan dan senjata paling utama.

Prinsip-prinsip teknik Mossdef System :
1. Menghindari luka-luka.
2. Mengambil keuntungan dari gerak reflek alami.
3. Bertindak dengan waktu yang secepat mungkin.
4. Menyerang bagian tubuh yang vital.
5. Memberikan efek yang maksimal.
6. Menggunakan senjata badan alami.
7. Menggunakan semua obyek yang paling dekat.
8. Memberikan efek yang maksimal.
9. Melumpuhkan musuh dengan menggunakan senjata milik musuh itu sendiri.
10. Tidak ada aturan.

Rabu, 05 Agustus 2009

Posted by Nugroho Agung Wibowo On 22.30 0 komentar

Apakah Mossdef System Itu ?


Mossdef System merupakan sebuah komunitas sistem pertahanan diri yang di ajarkan untuk membekali kaum muslimin baik pria maupun wanita guna menghadapi segala kemungkinan ancaman baik berupa konfrontasi, aksi premanisme maupun tindak kejahatan di sekitar kita. Ide awal di dirikannya Mossdef System berawal dari keinginan untuk mengajarkan kepada beberapa orang muslimin sebuah sistem pertahanan diri, tanpa memandang usia, fisik, serta pengalaman dalam mempertahankan diri dari berbagai macam ancaman dan serangan pelaku premanisme dan pelaku tindak kejahatan yang menimpa setiap individu kaum muslimin.

Semenjak tahun 2002 silam Mossdef System melakukan pengembangan dan perbaikan sistem yang praktis, efektif, sederhana, simple, fleksibel dan mudah di duplikasi. Mossdef System memusatkan pada pelatihan-pelatihan teknik yang praktis yang telah kami uji coba di kehidupan yang nyata, yaitu kehidupan yang penuh dengan konfrontasi, tindak kejahatan dan kekerasan pelaku premanisme.
Mossdef System merupakan sebuah sistem pertahanan diri yang sangat mudah untuk di pelajari oleh semua orang karena di dalam Mossdef System tidak ada aturan dalam mempertahankan diri dari ancaman-ancaman premanisme dan pelaku tindak kejahatan.

Kebanyakan teknik-teknik yang dikembangkan di dalam Mossdef System merupakan suatu bentuk sistem pertahanan diri yang berorientasi pada menyerang dengan menggunakan teknik yang telah kami kombinasikan dari teknik-teknik beladiri lainnya seperti Krav Maga, Systema SpatzNas, Soko Combat System, Tapak Suci, Jujutsu, Ninjitsu, Aikido, Tinju, Karate, Judo dan Thai Boxing. Tetapi yang diutamakan dalam Mossdef System adalah kesederhanaan dalam menyerang namun membentuk sebuah sistem pertahanan diri yang sangat efektif.

Mossdef System telah kami kembangkan melalui penelitian dan uji coba kami dalam berbagai bentuk konfrontasi, aksi premanisme dan juga aksi tindak kejahatan. Mossdef System kami rancang untuk tidak membutuhkan waktu yang lama dalam berlatih sistem pertahanan diri bagi masyarakat kaum muslimin. Oleh karena itu, Mossdef System telah kami ciptakan dengan arti penting yang sangat besar untuk mengajak masyarakat kaum muslimin untuk sangat trampil dalam mempelajari sebuah sistem pertahanan diri dengan waktu yang relatif singkat bila dibandingkan dengan sistem pertahanan diri yang lainnya yaitu hanya membutuhkan jangka waktu yang sangat pendek. Di dalam Mossdef System tidak ada batas aturan dalam menerapkan segala bentuk teknik Mossdef System di dalam kehidupan yang nyata.

Masyarakat kaum muslimin akan di beri pelajaran teknik tendangan dan teknik pukulan yang menekankan pada kecepatan dalam menyerang ke daerah vital bagi lawan seperti kemaluan, tenggorokan dan masih banyak lagi. Tendangan rendah sangat diperlukan. Masyarakat kaum muslimin juga akan di beri pelajaran bagaimana cara mempertahankan diri dari berbagai serangan orang lain baik serangan bersenjata maupun tanpa senjata. Dan masyarakat kaum muslimin juga akan di beri pelajaran bagaimana cara menguasai dasar sistem pertahanan diri senjata seperti pisau, pedang, samurai, toya, tongkat pendek dan yang lainnya.

Masyarakat kaum muslimin juga akan di beri pelajaran bagaimana cara mempertahanakan diri dari berbagai macam bentuk serangan orang lain seperti tendangan, pukulan, cekikan, rangkulan, pegangan, pelukan dan serangan sewaktu lawan di atas tubuh kita. Teknik merebut pisau, tongkat pendek, pedang, samurai dan senjata api yang akan dijadikan sebagai teknik dasar Mossdef System, guna menambah pengetahuan bagi masyarakat kaum muslimin dalam bereaksi terhadap suatu serangan dan ancaman dari orang lain.

Sedangkan cara belajar teknik Mossdef System dimulai dari dasar, masyarakat kaum muslimin akan diarahkan untuk mengikuti program latihan cepat dalam teknik serang menyerang dan teknik bertahan secara penuh dari ancaman serangan orang lain, guna melindungi daerah vital kita dari serangan orang lain. Pelatihan seperti ini menggunakan pengujian teknik dan memperkenalkan kepada masyarakat kaum muslimin pada suatu contoh kecil apakah situasi serangan orang lain yang pada kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang kita kira.

Sebab Mossdef System merupakan sebuah sistem pertahanan diri yang telah kami buktikan dalam mempertahankan keselamatan pribadi yang dikeluarkan melalui teknik melindungi diri dari penyerang yang bersenjata maupun yang tidak bersenjata. Mossdef System ingin menjadi sebuah sistem pertahanan diri yang betul-betul dipertimbangkan di zaman modern seperti sekarang ini, dan juga pada pertarungan jalanan.

Mossdef System kami rancang untuk mempertahankan diri dalam melawan terhadap perampok, penyerang-penyerang di jalanan serta pelecehan-pelecehan seksual bagi kaum wanita muslimah dan berbagai tindakan kejahatan yang sejenisnya. Penekannya adalah pada penggunaan teknik Mossdef System yang sesuai dengan apa yang diperlukan pada setiap situasi dan kondisi.

Mossdef System pada saat ini memusatkan pada pelatihan-pelatihan yang berorientasi pada kehidupan yang nyata atas teknik perlindungan diri dari peristiwa-peristiwa yang ada pada lingkungan kita yang sedang terjadi konfrontasi, aksi premanisme dan aksi tindak kejahatan yang penuh dengan potensi kekerasan.